Minggu, 24 Oktober 2010

Dioda Bias Mundur (Reverse Bias)

Bias mundur adalah pemberian tegangan negatip baterai ke terminal anoda (A) dan tegangan positip ke terminal katoda (K) dari suatu dioda. Dengan kata lain, tegangan anoda katoda VA-K adalah negatip (VA-K < 0). Analogi tersebut dapat dilihat pada gambar berikut:



Karena pada ujung anoda (A) yang berupa bahan tipe p diberi tegangan negatip, maka hole-hole (pembawa mayoritas) akan tertarik ke kutup negatip baterai menjauhi persambungan. Demikian juga karena pada ujung katoda (K) yang berupa bahan tipe n diberi tegangan positip, maka elektron-elektron (pembawa mayoritas) akan tertarik ke kutup positip baterai menjauhi persambungan. Sehingga daerah pengosongan semakin lebar, dan arus yang disebabkan oleh pembawa mayoritas tidak ada yang mengalir.

Sedangkan pembawa minoritas yang berupa elektron (pada bahan tipe p) dan hole (pada bahan tipe n) akan berkombinasi sehingga mengalir arus jenuh mundur (reverse saturation current) atau Is. Arus ini dikatakan jenuh karena dengan cepat mencapai harga maksimum tanpa dipengaruhi besarnya tegangan baterai. Besarnya arus ini dipengaruhi oleh temperatur. Makin tinggi temperatur, makin besar harga Is. Pada suhu ruang, besarnya Is ini dalam skala mikro-amper untuk dioda germanium, dan dalam skala nano-amper untuk dioda silikon.

Sabtu, 23 Oktober 2010

Struktur Semikonduktor

Operasi semua komponen benda padat seperti dioda, LED, Transistor Bipolar dan FET serta Op-Amp atau rangkaian terpadu lainnya (solid state) didasarkan atas sifat-sifat semikonduktor. Secara umum semikonduktor adalah bahan yang sifat-sifat kelistrikannya terletak antara sifat-sifat konduktor dan isolator. Sifat-sifat kelistrikan konduktor maupun isolator tidak mudah berubah oleh pengaruh temperatur, cahaya atau medan magnit, tetapi pada semikonduktor sifat-sifat tersebut sangat sensitive.

Elemen terkecil dari suatu bahan yang masih memiliki sifat-sifat kimia dan fisika yang sama adalah atom. Suatu atom terdiri atas tiga partikel dasar, yaitu: neutron, proton, dan elektron. Dalam struktur atom, proton dan neutron membentuk inti atom yang bermuatan positip dan sedangkan elektron-elektron yang bermuatan negatip mengelilingi inti. Elektron-elektron ini tersusun berlapis-lapis. Struktur atom dengan model Bohr dari bahan semikonduktor yang paling banyak digunakan adalah silikon (a) dan germanium (b).



Seperti ditunjukkan pada Gambar atom silikon mempunyai elektron yang mengorbit (yang mengelilingi inti) sebanyak 14 dan atom germanium mempunyai 32 elektron. Pada atom yang seimbang (netral) jumlah elektron dalam orbit sama dengan jumlah proton dalam inti. Muatan listrik sebuah elektron adalah: - 1.602^-19 C dan muatan sebuah proton adalah: + 1.602^-19 C.

Elektron yang menempati lapisan terluar disebut sebagai elektron valensi. Atom silikon dan germanium masing mempunyai empat elektron valensi. Oleh karena itu baik atom silikon maupun atom germanium disebut juga dengan atom tetra-valent (bervalensi empat). Empat elektron valensi tersebut terikat dalam struktur kisi-kisi, sehingga setiap elektron valensi akan membentuk ikatan kovalen dengan elektron valensi dari atom-atom yang bersebelahan. Struktur kisi-kisi kristal silikon murni dapat digambarkan secara dua dimensi pada Gambar 2 guna memudahkan pembahasan.


Meskipun terikat dengan kuat dalam struktur kristal, namun bisa saja elektron valensi tersebut keluar dari ikatan kovalen menuju daerah konduksi apabila diberikan energi panas. Bila energi panas tersebut cukup kuat untuk memisahkan elektron dari ikatan kovalen maka elektron tersebut menjadi bebas atau disebut dengan elektron bebas. Pada suhu ruang terdapat kurang lebih 1.5 x 10^10 elektron bebas dalam 1 cm3 bahan silikon murni (intrinsik) dan 2.5 x 10^13 elektron bebas pada germanium. Semakin besar energi panas yang diberikan semakin banyak jumlah elektron bebas yang keluar dari ikatan kovalen, dengan kata lain konduktivitas bahan meningkat.

Rabu, 20 Oktober 2010

Rangkaian Seri

Rangkaian seri merupakan sambungan beberapa komponen yang disusun secara berurutan dengan sumber tegangan. Karena ini rangkaian seri, maka hukum kirchhoff mengenai voltase menyatakan bahwa jumlah voltase pada semua komponen adalah nol, dengan kata lain jumlah tegangan dari komponen-komponen tersebut besarnya sama dengan tegangan sumber: Vo = V1+V2



Dari hukum Kirchhoff mengenai arus terdapat arus I yang sama besar dalam setiap komponen. Penjelasan ini akan tetap sama meskipun terdapat tambahan komponen. Hanya saja dalam rumus tegangan (Vo) perlu adanya tambahan sesuai dengan jumlah komponen.

Senin, 18 Oktober 2010

Delphi 7 Pada Windows 7

Mungkin bagi anda yang menggunakan windows 7 sedikit kesal dengan beberapa aplikasi yang tidak bisa dijalankan menggunakan OS ini. Khususnya bagi para pelajar yang mendapatkan materi tentang delphi 7 juga akan merasa kesulitan karena Delphi 7 ini tidak kompatibel dengan windows 7. Contoh pesan eror yang terjadi berikut ini:




Namun hal ini dapat ditanggulangi dengan menggunakan langkah-langkah berikut ini:

1. Buka properties directory c:/program files/borland.

2. Pada Tab General hilangkan tanda centang pada kotak Read-only lalu klik Apply



3. Buka Tab Security, klik menu edit lalu pilih users lalu beri tanda centang pada kotak Full Control, kecuali pada kotak permission.





Silahkan dijalankan delphi 7 anda....

Sabtu, 16 Oktober 2010

Alarm Kebakaran

Ini merupakan rangkaian sederhana dari alarm kebakaran. Pada rangkaian ini digunakan timer NE555 dan sensor suhu untuk mendeteksi suhu yang tinggi. Prinsip kerja dari sensor suhu ini yakni apabila suhu disekitar sensor tinggi maka resistansi yang ada pada sensor akan kecil. Sedangkan apabila suhu rendah maka resistansi akan tinggi. Jika resistansi dari sensor kecil, maka tegangan supply akan dapat mengalir melewati sensor dan mengaktifkan transistor.



IC1 NE555 sebagai pengatur frekuensi dari audio. Transistor 1 dan 2 digunakan sebagai driver IC1. Output (pin 3) dari IC1 akan memicu basis transistor T3 (SL100), yang menggerakkan speaker untuk menghasilkan suara alarm. Frekuensi NE555 tergantung pada nilai-nilai resistensi R5 dan R6 dan kapasitansi sensor suhu C2. Ketika suhu menjadi panas, akan memberikan resistansi rendah sehingga tegangan supply dapat mengalir ke basis transistor T1 melalui dioda D1 dan R2.

Kapasitor C1 akan terisi tegangan positif sehingga akan meningkatkan waktu pada saat alarm menyala. Semakin besar nilai C1, semakin besar bias positif diterapkan pada basis transistor T1 (BC548). Kolektor T1 digabungkan ke dasar transistor T2, T2 transistor memberikan tegangan positif untuk pin 4 (reset) dari IC1 (NE555). Resistor R4 akan membuat IC1 NE555 terus aktif meskipun tidak ada tegangan positif yang mengalir.

Datasheet_NE555
Datasheet_BC558
Datasheet_BC548



Sumber: circuitdiagram.net


Jumat, 15 Oktober 2010

Minimum Sistem ATmega16

Untuk penjelasan Atmega16 dapat dillihat di postingan sebelumnya di kategori Mikrokontroler. Dalam pembuatan minimum sistem kali ini rangkaian utama yang digunakan adalah mikrokontroler ATmega16. Mikrokontroler ATmega16 ini juga menyediakan ADC internal untuk mengolah sinyal analog dari sensor menjadi sinyal digital. Mikrokontroler akan melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah dalam program software. Karena program yang digunakan menggunakan ADC internal, maka pin AREF dan AVcc dihubungkan dengan Vcc.


Dari gambar minimum sistem tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

Keterangan Gambar Minimum Sistem

1. PinA digunakan sebagai input data.

2. PinC digunakan sebagai output

3. PinD.0 dan PinD.1 sebagai transfer data

4. PinB.5-PinB.7 sebagai Mosi, Miso, SCK

5. Reset sebagai Reset

6. Resistor 10Kohm

7. Kapasitor 10pF



Download datsheet AtMega16 klik disini

Kamis, 14 Oktober 2010

Membuat Link Sederhana...

Link merupakan hal yang mungkin sangat harus dimiliki oleh para blogger. Karena dari link tersebut akan membuat banyak pengunjung untuk datang ke link tujuan. Dengan kata lain alamat link seperti alamat rumah kita. Semakin banyak promosi alamat link, maka akan semakin banyak pula tamu yang akan datang mengunjungi rumah kita. Semakin banyak pengunjung maka semakin banyak pula sponsor yang akan berkenan untuk menempelkan iklannya. Berikut cara membuat alamat link sederhana yang bisa dicoba:


Tuliskan script berikut di notepad atau aplikasi membuat kata.





Gantilah teks yang berwarna merah dengan alamat link anda dan judul blog anda di nama blog. Jika anda ingin membuat link dengan akhiran Klik Disini, cukup dengan mengganti nama blog dengan Klik Disini.

Contohnya yakni:




Hasilnya adalah:


Blog Elektronika


Apabila kita klik Blog Elektronika, maka secara otomatis akan menuju ke alamat blog ini yakni http://el-tech.blogspot.com. Alamat link ini bisa di gunakan untuk menampilkan short link baik di postingan, laman, maupun HTML/JAVA SCRIPT sederhana.

Selasa, 12 Oktober 2010

LDR (Light Dendent Resistor)

Light Dependent Resistor (LDR) termasuk jenis sensor cahaya yang memiliki fungsi untuk mendeteksi cahaya. Sebelumnya telah dijelaskan mengenai fotodiode dan fototransistor dalam blog ini. Ketiga komponen ini merupakan jenis sensor cahaya. Namun masing-masing komponen tersebut memiliki karakteristik tersendiri. Untuk kali ini akan dibahas mengenai LDR, sedangkan untuk yang lain bisa di buka di kategori sensor. LDR terdiri dari sebuah cakram semikonduktor yang mempunyai dua buah elektroda pada permukaannya. Simbol LDR dapat dilihat disamping, sedangkan untuk bentuk dari LDR di bawah ini.



Pada saat gelap atau cahaya redup, bahan dari cakram tersebut menghasilkan elektron bebas dengan jumlah yang relatif kecil. Sehingga hanya ada sedikit elektron untuk mengangkut muatan elektrik. Artinya pada saat cahaya redup LDR menjadi konduktor yang buruk, atau bisa disebut juga LDR memiliki resistansi yang besar pada saat gelap atau cahaya redup.

Pada saat cahaya terang, ada lebih banyak elektron yang lepas dari atom bahan semikonduktor tersebut. Sehingga akan ada lebih banyak elektron untuk mengangkut muatan elektrik. Artinya pada saat cahaya terang LDR menjadi konduktor yang baik, atau bisa disebut juga LDR memiliki resistansi yang kecil pada saat cahaya terang.

Senin, 11 Oktober 2010

Menghitung Luas Lingkaran dengan Java

Berikut merupakan listing program menghitung luas dan keliling lingkaran menggunakan Java. Ini merupakan program sederhana dalam pengaplikasian program java. Silahkan di Copy Paste jika anda tidak mempunyai waktu luang. Namun akan lebih baik jika anda menulis satu per satu agar bisa memahami setiap perintah dari program ini:


import java.io.*;

public class Lingkaran{

public static void main(String args[]){

try{

float jari;

float kel;

float luas;

float pi = 3.14f;

System.out.println("Menghitung Luas Dan Keliling Lingkaran");

System.out.print("Masukan Jari Jari R:");

BufferedReader r = new BufferedReader(new InputStreamReader(System.in));

jari = Float.parseFloat(r.readLine());



kel = 2 * pi * jari;

luas = pi * (jari * jari);

System.out.println("Luas : " + luas);

System.out.println("Keliling : " + kel);

}

catch (IOException ie){

System.out.println(ie.getMessage());

}

}

}


Minggu, 10 Oktober 2010

Meningkatkan Kinerja Komputer

Tidak selamanya kinerja komputer akan setagnant (tetap) cepat dalam pemrosesan data yang di input kedalam komputer. Ada saatnya kita harus melakukan pengecekan keseluruhan komputer agar dapat berjalan secara maksimal dan efisien.

Berikut beberapa tahap yang perlu kita lakukan untuk memaksimalkan kinerja komputer:

1. Tweak BIOS.

Salah satu cara mudah mempercepat waktu start up Windows adalah dengan memodifikasi BIOS. Dalam BIOS (Basic Input/Output System), Anda dapat mengubah Boot Priority PC Anda. Selain itu, Anda dapat memilih device Window mana yang harus dijalankan pertama kali saat mengaktifkan PC. Cara ini sangat berguna jika Anda ignin mengaktifkan hard disk, baru kemudian DVD-Rom. Dengan begitu, Anda dapat menonaktifkan urutan yang tidak diperlukan.

2. Memeriksa program startup.

Setelah memodifikasi BIOS, Anda sudah tau apa yang menyebabkan start up lama, bukan? Saat Windows baru diaktifkan, banyak program aktif saat baru saja melakukan start up. Ada program yang memang dibutuhkan, ada juga yang tidak. Jadi, Anda perlu menentukan program mana yang benar-benar penting. Sebagai contoh, program Real On dan Quick Time Player yang berada di dalam sistem tray. Jika Anda tidak menggunakan program ini setiap hari, sebaiknya nonaktifkan saja. Caranya, klik “Start|Run”, pada kotak yang tersedia, ketikkan msconfig, klik “Ok” dan beralih ke tab ‘Startup”. Di sini, Anda dapat memilih atau menon-aktifkan program yang Anda inginkan. Ingat, setelah melakukan perubahan setting ini, jangan lupa restart PC Anda!

3. Batasi services

Services/layanan merupakan program yang berjalan di belakang layar. Services dijalankan oleh Windows dan program lain. Ada beberapa services yang sebenarnya tidak pernah Anda gunakan dan layanan tersebut dapat memakan banyak system resource. Sebagai contoh, jika Anda meng-install software iTunes, program iPodServices.exe akan selalu berjalan di belakang layar. Program ini memang akan mempermudah proses synchronize bagi Anda yang mempunyai iPod. Namun, jika Anda tidak memiliki alat ini dan hanya sekedar menggunakannya sebagai music manager, sebaiknya jangan install iTunes. Untuk melihat services apa saja yang Anda gunakan, klik “Start|Run”, ketikkan services.msc dan klik “Ok”.

4. Rapikan Hard disk.

Seperti halnya ruangan, hard disk komputer juga bisa berantakan setelah digunakan selama seminggu. Hard disk merupakan tepat penyimpanan program, file, dan folder yang digunakan terus menerus. Hard disk yang terbagi ini disebut juga sebagai fragmentasi. Untuk merapikan file yang berantakan, digunakan Windows Defragmenter. Untuk menggunakannya, klik “My Computer”, klik kanan hard disk yang ingin Anda defrag, pilih properties, lalu pilih tab “Tools”. Klik “Defragment Now”, kemudian pilih drive yang Anda maksud dan klik “Defragment”.

5. Bersihkan PC.

Bersihkan PC dengan menghapus file-file yang tidak berguna maupun e-mail sampah secara berkala. Jika Anda malas mengoptimalisasi PC, spyware, virus, dan malware dapat merusak sistem Anda. Akibatnya, PC akan berjalan lambat. Masalah ini bisa ditangani dengan beberapa utility yang terpisah. Namun, jika Anda ingin menggunakan satu utility yang mampu mengerjakan semuanya, lakukan dengan Norton atau McAfee.



Sumber: untukku.com

Sabtu, 09 Oktober 2010

Mempercepat Browsing Dalam Network


Apakah anda merasa setiap anda melakukan browsing dalam suatu jaringan network komputer terasa lama meski kecepatan koneksi internet anda diatas 512Kbps.....? Hingga anda bosen menunggu hingga waktu anda terbuang sia-sia... Sekarang merupakan jaman cepat, tak ada waktu yang hanya digunakan untuk menunggu. Ingat Time Is Money kata orang-orang!

Berikut tutorial yang bisa anda lakukan agar koneksi anda dapat lebih cepat:

1. Hapus Shortcut yang ada di [My Network Places].

2. Ganti registry untuk share folder di remote computer yang tidak bekerja secara otomatis dengan menambahkan di [My Network Places] ketika membuka dokumen share folder.

->> Klik [Start] > [Run] > ketika [Regedit]

->> Buka folder registry [HKEY_Current_User] > [Software] > [Microsoft] > [Windows] > [CurrentVersion] > [Policies] > [Explorer]

- Buat [DWORD] baru dengan nama [NoRecentDocsNetHood] dengan value data 1.

->> Anda juga harus melihat [UseDesktopIniChace] dengan nilai 1 pada folder registry [HKEY_Current_User] > [Software] > [Microsost] > [Windows] > [CurrentVersion] > [Policies] > [Explorer].

3. Untuk menambahkan jumlah data pada satu waktu untuk dikirim ke client, anda harus merubah registry di computer anda dengan share direktori berikut,

- Buka registry folder: [HKEY_Local_Machine] > [System] > [CurrentControlSet] > [Service] > [LanmanServer] > [Parameters]

- Buat [DWORD] baru dengan nama [SizRegBuf] dengan nilai hex [FFFF]

4. Restart komputer anda

B. Memperbaiki Browsing yang lambat di semua Windows

Apa bila proses browsing terasa lambat, hapus registry berikut:

1. Klik [Start] > [Run] > ketik [regedit]

2. Buka folder registry: [HKEY_Local_Machine] > [Software] > [Microsoft] > [Windows] > [CurrentVersion] > [Explorer] > [RemoteComputer] > [NamaSpace] > [(D6277990-4C6A-8D87-00AA0060F5BF)].

3. Klik kanan pada registry di atas kemudian klik Delete.

4. Restart computer

Sumber: Untukku.com

Jumat, 08 Oktober 2010

Memasang Adsense/Iklan di Blog

Adsense merupakan link iklan yang dapat memberikan pasif iklan yang lumayan besar setiap ada pengunjung blog yang mengklik link iklan tersebut. Untuk saat ini, Adsense terpopuler adalah yang diselenggarakan oleh Google, yakni Google Adsense. Sayang, layanan adsense untuk blog bahasa Indonesia belum secara resmi disediakan. Alternatifnya, blogger Indonesia bisa memasang Adsense Indonesia, seperti kumpulblogger atau Adsense Camp sebagaimana bisa dilihat dan diklik di sidebar kanan di blog ini. Jika ingin gabung tinggal diklik link tersebut atau banner dibawah ini:

Adsense Indonesia

Selain Adsense, untuk menjadikan blog “mengundang uang” adalah dengan ikut program afiliasi (affiliate program), seperti ziddu, shvoong, depositefiles, 000webhost, freedomain co.cc, dan banyak lagi. Adsense kumpulblogger dan Adsense Camp juga menyediakan program referralnya. Jika Link masuk halaman linkbuks, klik sikip add di kanan atas.

Kamis, 07 Oktober 2010

Pengenalan CodeVision AVR

Mikrokontroler merupakan perangkat elektronik yang membutuhkan perintah dalam menjalankan fungsinya. Perintah ini diberikan melalui list program baik menggunakan bahasa Assembler, C maupun C++. Untuk memprogram mikrokontroler keluarga AVR digunakan bahasa C atau C++ agar mikrokontroler dapat menjalankan printah yang diberikan. Software yang banyak digunakan adalah CodeVision AVR. Code vision AVR merupakan software untuk membuat code program microcontroller AVR. Software ini bisa kita download versi demonya di disni. Dari yang saya tahu, kebanyakan programmer memakai software ini karena fasilitas-fasilitas yang disediakan CodeVision AVR memudahkan programmer dalam membuat code.

Kesulitan - kesulitan yang biasa ditemui saat memprogram yaitu belum bisa menggunakan menu -menu di CodeVision AVR, karena belum familiar. Dalam artikel ini saya coba memberi gambaran singkat bagaimana cara menulis program di CodeVision AVR, merubah konfigurasi Compiler dan cara mendownload program ke dalam microcontroller.

1. Membuat Project

->> Buka aplikasi CodeVision AVR , pilih menu: File -->New

->> Akan muncul message box Create New File, pilih Project lalu klik OK



->> Setelah itu akan muncul message box Confirm, pilih NO. Message box ini menanyakan apakah kita akan menggunakan CodeWizardAVR??



2. Mensetting Halaman

->> Setelah langkah pertama telah selesai, Berikutnya akan muncul box Create New Project , pada kotak file name ketikkan nama file. Sebagai contoh beri nama: Coba1

->> Lalu muncul box Configure Project, pada box ini terdapat Files, C Compiler dan After Make

->> Tab Files digunakan untuk menyertakan file source code yang akan digunakan dalam project. File source merupakan file bahasa C yang kita tulis.



->> Biarkan dulu setting awal tab Files ini.

->> Tampilan tab C Compiler seperti berikut:


->> Menu Chip untuk menentukan chip yang digunakan. Ubah chip ke ATmega8535 jika kita menggunakan ATmega 8535.



->> Menu Clock untuk menentukan frequency xtal yang digunakan microcontroller. Pastikan nilainya sesuai. Saya menggunakan xtal 4 Mhz.

->> Menu (s)printf features : untuk menentukan konfigurasi fungsi printf dan sprintf .

->> Menu (s)scanf features: untuk menentukan konfigurasi fungsi scanf dan sscanf .

->> Tab After Make digunakan untuk menentukan aplikasi yang dijalankan CodeVosion AVR setelah program di compile.



->> Pilih (centang) Program the Chip, hal ini berarti CodeVision akan memprogram chip(mikro) setelah program di compile.

->> Lalu klik OK

3. Menulis Program

->> Setelah langkah kedua selesai di lakukan, maka akan muncul jendela sebagai berikut;



->> Setelah itu tinggal menulis program yang akan diperintahkan. Contoh:

->> #include

void main()
{
DDRA=0xff;
PORTA=0x0f;
}

->> Jika terjadi kesalahan dalam menulis program, maka akan muncul jendela sebagai berikut;



->> Jika benar maka jendela yang muncul yakni;



4. Setting Programmer

->> Menu ini merupakan menu untuk mendownload program yang telah dibuat kedalam mikrokontroler

->> Klik Menu Setting -> Programmer



->> Jika anda menggunakan downloader yang terhubung ke port parallel / port printer, pastikan Programmer Type nya:

Kanda Systems STK200+/300

->> Printer Port :

LPT1: 378h

->> Jika anda menggunakan dowloader tipe lain misal yang terhubung ke USB, setting Programmer Type disesuaikan dengan keterangan di user manual bawaan downloader anda.

->> Tekan Shift F9 lalu klik Program.

Download CodeVision AVR klik disini, klik skip di kanan atas jika masuk di linkbucks.

Selasa, 05 Oktober 2010

Flip-Flop Analog

Ini merupalan skema rangkaian flip-flop dasar analog dimana rangkaian ini dibangun dengan komponen analog yakni transistor. Seperti yang kita ketahui, selain flip flop analog terdapat juga flip-flop digital yang dibuat dibuat dengan menggunakan logika digital IC (integrated circuit) seperti IC TTL. Rangkaian ini menggunakan transistor jenis N-P-N dengan tipe BC547. Download datasheetnya klik disini

Skema Rangkaian



Demo Rangkaian



Sumber: skema-elektronik.blogspot.com

Penerima FM

Skema rangkaian ini merupakan rangkaian FM sederhana. Untuk lebih jelasnya lihat situs. Download datasheet TDA7021T klik disini



Bentuk PCB


Kamis, 30 September 2010

Induktor

Sebuah induktor adalah sebuah komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya. Kemampuan induktor untuk menyimpan energi magnet ditentukan oleh induktansinya, dalam satuan Henry. Biasanya sebuah induktor adalah sebuah kawat penghantar yang dibentuk menjadi kumparan, lilitan membantu membuat medan magnet yang kuat didalam kumparan dikarenakan hukum induksi Faraday. Induktor adalah salah satu komponen elektronik dasar yang digunakan dalam rangkaian yang arus dan tegangannya berubah-ubah dikarenakan kemampuan induktor untuk memproses arus bolak-balik.

Fungsi Induktor

1. tempat terjadinya gaya magnet
2. pelipat tegangan
3. pembangkit getaran

Induktansi Searah

Bila kita mengalirkan arus listrik melalui kabel, terjadilah garis-garis gaya magnet. Bila kita mengalirkan arus melalui spul atau coil ( kumparan ) yang dibuat dari kabel yang digulung, akan terjadi garis-garis gaya dalam arah sama yang membangkitkan medan magnet. Kekuatan medan magnet sama dengan jumlah garis-garis gaya magnet, dan berbanding lurus dengan hasil kali dari jumlah gulungan dalam kumparan dan arus listrik yang melalui kumparan tersebut.



Induktansi Bolak-balik

Bila dua kumparan ditempatkan berdekatan satu sama lain dan salah satu kumparan ( L1) diberi arus listrik AC, pada L1 akan terjadi fluks magnet. Fluk magnet ini akan melalui kumparan kedua (L2) dan akan membangkitkan emf ( elektro motorive force ) pada kumparan L2. Efek seperti ini disebut induksi timbal balik ( mutual induction ). Hal seperti ini biasanya kita jumpai pada transformator daya.



Perlawanan yang diberikan kumparan tersebut dinamakan reaktansi induktif. Reaktansi Induktif ini diberi simbol XL dalam satuan Ohm.

XL = 2πfL Keterangan :
π adalah 3.14
F adalah frekwensi arus bolak-balik ( Hz)
L adalah Induktansi ( Henry )
∞ adalah kecepatan sudut ( 2πfL)
XL adalah reaktansi induktif ( Ω )

Pengisian Induktor

Bila kita mengalirkan arus listrik I, maka terjadilah garis-garis gaya magnet . Bila kita mengalirkan arus melalui spul atau coil ( kumparan ) yang dibuat dari kabel yang digulung,a akan terjadi garis-garis gaya dalam arah sama membangkitkan medan magnet. Kekuatan medan magnet sama dengan jumlah garis-garis gaya magnet dan berbanding lurus dengan hasil kali dari jumlah gulungan dalam kumparan dan arus listrik yang melalui kumparan tersebut. Contoh rangkaian pengisian dengan tegangan DC:



Bila arus bolak – balik mengalir pada induktor, maka akan timbul gaya gerak listrik (ggl) induksi Hal ini berarti antara arus dan tegangan berbeda fase sebesar Л /2 = 900 dan arus tertinggal (lag) dari tegangan sebesar 900. 2Лf merupakan perlawanan terhadap aliran arus. Berikut contoh rangkain:



Pengosongan Induktor

Bila arus listrik l sudah memenuhi lilitan , maka terjadilah arus akan bergerak berlawanan arah dengan proses pengisian sehingga pembangkitan medan magnet dengan garis gaya magnet yang sama akan menjalankan fungsi dari lilitan tersebut makin tinggi nilai L ( induktansi) yang dihasilkan maka makin lama proses pengosongannya.


Minggu, 26 September 2010

Multivibrator

Multivibrator adalah rangkaian yang berubah antara 2 level digital, dan tergantung pada sumber triger eksternal. Multivibrator terbagi dalam 3 golongan, yaitu :

1. Bistabil : multivibrator yang dipicu pada satu dari 2 kondisi digital.

2. Astabil : multivibrator yang dipicu bebas pada frekuensi kerja tertentu dengan siklus kerja tertentu

3. Monostabil : (one shot) pulsa keluaran tunggal pada lebar waktu tertentu

Untuk membentuk multivibrator dapat dilakukan dengan menggunakan IC Timer 555, IC pembalik schmitt trigger (74HC14), IC multivibrator monostabil (74121 atau 74123) atau pun osilator kristal. Agar dapat membentuk sinyal multivibrator, maka diperlukan resistor dan kapasitor eksternal, yaitu dengan memanfaatkan waktu pengisian dan pengosongan kapasitor, dimana nilai resistor dan kapasitor eksternal tersebut akan berpengaruh pada periode sinyal yang dihasilkan.

Rangkaian Multivibrator Astabil


Sabtu, 25 September 2010

Line Tracer Sederhana

Line Tracer robot atau Line follower robot adalah robot yang bisa bergerak (mobile) mengikuti jalur panduan garis. Garis pandu yang digunakan dalam hal ini adalah garis putih yang ditempatkan diatas permukaan berwarna gelap,ataupun sebaliknya, garis hitam yang ditempatkan pada permukaan berwarna putih (cerah).

Aplikasi dari robot Line Follower untuk masa depan manusia adalah, Pada kendaraan seperti mobil saat ini yang masih menggunakan kemudi secara manual, namun kedepannya diharapkan, ada mobil yang menggunakan kemudi otomatis,yang prinsip kerjanya sama dengan robot line follower yaitu, dengan cara mengikuti garis di jalan raya.


Cara kerja Line Follower Robot dimulai dari bagian sensor yang mendeteksi garis pandu/lintasan.Tiap-tiap warna permukaan lintasan memiliki kemampuan memantulkan cahaya yang berbeda-beda.Warna putih memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih banyak. Sebaliknya, warna-warna gelap memiliki lebih sedikit kemampuan memantulkan cahaya. Sensor yang digunakan dalam line follower robot adalah jenis dioda LED (Light Emiting Diode) dan photodioda. LED (Light Emiting Diode) digunakan sebagai Pemancar cahaya, garis-garis dalam lintasan digunakan sebagai media pemantulan cahaya dari LED(Light Emiting Diode), lalu cahaya yang dipantulkan oleh garis diterima atau diserap oleh photodioda, hal ini menjadi dasar dari sensor pendeteksi garis.

Skema Rangkaian Line Tracer yakni:


Fotodioda

Fotodioda adalah jenis dioda yang berfungsi mendeteksi cahaya. Dimana komponen ini berfungsi untuk merubah energi cahaya menjadi energi listrik. Alat yang mirip dengan fotodioda adalah fototransistor (Phototransistor). fototransistor ini pada dasarnya adalah jenis transistor bipolar yang menggunakan kontak (junction) base-collector untuk menerima cahaya. Komponen ini mempunyai sensitivitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan Fotodioda. Hal ini disebabkan karena elektron yang ditimbulkan oleh foton cahaya pada junction ini di-injeksikan di bagian Base dan diperkuat di bagian Kolektornya. Namun demikian, waktu respons dari fototransistor secara umum akan lebih lambat dari pada fotodioda.

Simbol dari fotodiode sebagai berikut:



Sedangkan bentuk fotodioda adalah:



Prinsip kerja dari fotodioda jika sebuah sambungan-pn dibias maju dan diberikan cahaya padanya maka pertambahan arus sangat kecil sedangkan jika sambungan pn dibias mundur arus akan bertambah cukup besar. Cahaya yang dikenakan pada fotodioda akan mengakibatkan terjadinya pergeseran foton yang akan menghasilkan pasangan electron-hole dikedua sisi dari sambungan. Ketika elektron-elektron yang dihasilkan itu masuk ke pita konduksi maka elektron-elektron itu akan mengalir ke arah positif sumber tegangan sedangkan hole yang dihasilkan mengalir ke arah negatif sumber tegangan sehingga arus akan mengalir di dalam rangkaian. Besarnya pasangan elektron ataupun hole yang dihasilkan tergantung dari besarnya intensitas cahaya yang dikenakan pada fotodioda.

Selasa, 21 September 2010

Gerbang NOR (NOT OR)

Gerbang NOR mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Gerbang NOR mempunyai sifat bila sinyal keluaran ingin tinggi (1) maka semua sinyal masukan harus dalam keadaan rendah (0). Jadi gerbang NOR hanya mengenal sinyal masukan yang semua bitnya bernilai nol.



Tabel Kebenaran Gerbang NOR (NOT OR)



Tipe-Tipe IC :

Gerbang NOR 2 masukan : IC 7402, Download Datasheet

Gerbang NOR 3 masukan : IC 7427, Download Datasheet

Konfigurasi IC 7402



Recent Post